;

Kamis, 18 Oktober 2012

Nasib Petani Kelapa Di Inhil

Kamis, 18 Oktober 2012

Harga Kelapa Inhil Sangat Berantai Turun Harganya


Nasib ratusan ribu petani kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebagai kabupaten yang menggantungkan hidup pada perkebunan kelapa terbesar di Tanah Air bakal terancam. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Riau megakui beratnya persoalan trio tata air di Inhil yang berdampak besar pada kelangsungan perkebunan kelapa rakyat.

Kepala Bappeda Riau, H Ramli Walid, Selasa (29/3/2011), usai mengekspose program pembangunan Pemprov Riau ke depan, yang di dalamnya tidak terdapat masalah penanganan kebun kelapa Inhil sebagai salah satu kabupaten bagian dari Riau mengatakan Pemprov dan Daerah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menangani masalah trio tata air Inhil.

“Setiap tahun memang diusulkan tapi kita belum mempunyai anggaran cukup besar untuk memperbaiki trio tata air Inhil yang rusak seperti tanggul. Kita sudah coba ajukan ke pusat tapi belum ada hasil,”  terang H Ramli Walid yang meminta kabupaten mengatasi secara bertahap melalui anggaran pembangunan tanggul di APBD Inhil di samping bantuan provinsi sesuai anggaran yang tersedia.

Dalam paparan Bappeda Riau tentang program pembangunan Riau ke depan, untuk Inhil tampak diusulkan pembangunan cluster industry kelapa sawit di Kuala Enok yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat.

Kenapa tidak mengusulkan kelapa dengan membangun Balai Pelelangan atau pergudangan? Menanggapi hal ini, Ramli Walid mengatakan perkebunan kelapa sudah berkembang, dan Inhil sudah terkenal dengan luas kebun kelapa yang dimiliki.

Di sisi lain masyarakat Inhil terus menerus menanam sawit. Makanya Pemprov menjadikan cluster industry sawit itu sebagai salah satu prioritas pembangunan ekonomi di Inhil melalui anggaran 2012 untuk melanjutkan akses jalan yang sudah ada.

Beberapa prioritas lain yang dialokasikan Pemprov untuk Inhil ialah rumah sakit Guntung dan Pulau Kijang. Kemudian pihaknya juga berjanji tetap akan melanjutkan beberapa program pembangunan Inhil dengan biaya provinsi yang sampai saat ini masih terbengkalai.

“Memang ada beberapa pekerjaan provinsi di Inhil seperti pembangunan RS Guntung dan RS Pulau Kijang, pembangunan jalan menuju Pelabuhan Samudra Kuala Enok (lokasi kluster sawit, red), jalan Sorek–Guntung serta beberapa proyek lain yang hingga kini belum juga selesai pekerjaannya akan tetap kita tuntaskan,” janji Ramli Walid

Kemudian bagi proyek pembangunan yang menggunakan dana sharing antara kabupaten dan provinsi juga tetap menjadi perhatian untuk kelanjutannya, sejauh hal itu menjadi kewajiban provinsi sesuai kesepakatan tetap akan dilanjutkan, dan yang menjadi kewajiban kabupaten seharusnya juga harus dituntaskan.

Bappeda berencana untuk menginventarisir kembali proyek pembangunan dengan dana sharing. Mana yang menjadi kewajiban provinsi dan mana yang kewajiban kabupaten, lanjutnya, selama semua pihak komit dan dikomunikasikan sesuai tanggugjawab masing-masing, pekerjaan akan selesai


Anda Telah Membaca artikel Nasib Petani Kelapa Di Inhil, Baca Juga Artikel Berikut

ajmain.Halta - Kamis, Oktober 18, 2012

TULISAN PESAN KOMENTAR ANDA DISINI

Statistic

Photobucket

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers My Zimbio

blogger visitor