;

Minggu, 04 November 2012

Kata Kata Sombong

Minggu, 04 November 2012

Kata Kata Sombong n Angkuh


Hari ini tak seperti biasanya, sepulang mengajar  kusempatkan diriku untuk singgah ke mesjid. Lama sudah aku tak merasakan dinginnya berwudhu disini, melirik sejenak kajian-kajian pekan yang telah tersusun rapi di papan pengumuman. Seusai wudhu aku menaiki tangga putih untuk menuju ke tempat khusus akhwat, kucari mukena yang terbaik dan membuatku nyaman. Aku memilih tempat di sudut di dalam mesjid itu, dan melanjutkan shalat sunat dua rakaat. Adalah sekitar 15 menit aku menunggu azan asar berkumandang, ku buka kitab suci mini yang kubawa, membaca surah Al Israa beberapa lembar. Tak lama jamaah masjid ini mulai ramai, shaf di depan dipenuhi oleh ibu-ibu, begitu selanjutnya, mereka berbaur mencari tempat terbaik dan ternyaman untuk beribadah. Empat rakaat ibadah telah ditunaikan secara berjamaah, merapatkan siku dan kaki agar tak ada celah.

Seseorang yang merapat di sampingku, serta merta mengulurkan tangannnya setelah salam, lalu kembali khusyuk berzikir, menyampaikan puji-pujian kepada sang Khaliq.

Tak lama, kotak amal yang biasa beredar seusai shalat berjamaah berhenti tepat dihadapanku, aku merogoh-rogoh saku bajuku, lalu membuka dompet, sempat agak lama kotak amal itu berada dihadapanku, karena aku sibuk mencari uang pecahan terkecil yang aku punya, perlu aku katakan dalam dompetku ada uang lembaran lima puluh ribu dua lembar, dua puluh ribu satu lembar dan sepuluh ribu satu lembar, dan pecahan seribu tiga lembar. Serta merta kutarik pecahan terkecil dari dompet itu satu lembar, lalu melipatnya kecil-kecil dan kumasukkan dalam kotak amal itu.

Selanjutnya kotak amal itu bergeser ke kanan dan disambut oleh seseorang yang tadi menyalamiku. Entah kenapa kusempatkan melirik ke kanan, seseorang itu langsung membuka dompetnya yang kembali lagi, maaf!!! Jelas kulihat di dompetnya hanya ada pecahan dua puluh ribu satu lembar dan lima ribu satu lembar. Tanpa pikir lama, lima detikpun tak sampai, seseorang itu menarik dua puluh ibu untuk kemudian dilipat kecil-kecil dan langsung dimasukkan kedalam kotak amal itu, selanjutnya pandangannya kembali khusyuk kedepan, melanjutkan puji-pujiannya kepada Sang Khaliq.

Tak ayal aku tersentak, aku baru menyadari bahwa seseorang itu adalah ibu yang bekerja sebagai tukang jual donat keliling, sempat beberapa kali aku melihatnya memikul box-box donat itu untuk di jajakan, aku baru mengenalinya ketika dia sudah melipat mukenanya.

Ya Allah, begitu pelitnya aku pada Mu... Kau berikan aku nikmat dengan tak menghitung dan menakar-nakar dulu, kau berikan aku keluasaan mencari rezeki sebanyak mungkin, kau balas semua usaha yang aku lakukan. Begitu pemurahnya Engkau ya Rabb.. .. Rasa tertusuk, terlempar, entah apapun itu namanya, serta merta kusalami lagi seseorang tadi sebelum dia beranjak pergi. Aku membatin.

Aku dengan segala standar dunia yang kupunya, masih mengukur-ukur rezeki yang Kau titipkan untuk di infakkan, memilih pecahan terkecil., sementara seseorang tadi serasa begitu mudah memberikan apa yang dia punya dan memberikan yang terbaik untuk Mu.

Terus bangunkan aku Rabb, ketika aku terlalu indah bermimpi dan terus sadarkan aku ketika aku terlalu jauh melangkah.


Anda Telah Membaca artikel Kata Kata Sombong, Baca Juga Artikel Berikut

ajmain.Halta - Minggu, November 04, 2012

TULISAN PESAN KOMENTAR ANDA DISINI

Statistic

Photobucket

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers My Zimbio

blogger visitor