;

Sabtu, 06 Oktober 2012

Yang Telah Hilang

Sabtu, 06 Oktober 2012




Tak ada yang abadi.....
Begitulah seharusnya kita memandang persoalan hidup, pasti ada akhirnya...
Persoalan yang datang silih berganti pasti ada tujuannya, hidup tanpa persoalan malah akan membuat masalah, hidup dengan banyak persoalan bisa bikin gila... Persoalan atau masalah itu tak ada yang mudah dan tak ada pula yang sulit, semua tergantung dari sisi mana kita menyikapinya...
Terkadang jika ada persoalan yang sangat memukul kita, seperti lirik lagu 'jangan menyerah' d'masiv, tetaplah jalani hidup ini....
Tak mungkin  Dia terus-terusan menimpakan persoalan dalam hidup kita...
Tentunya kita juga pernah bahagia kan? Paling tidak bahagia ketika dapat rezeki numpuk.... Maunya begitu terus....
Hal yang perlu kita menej dalam diri kita adalah emosi, emosi itu ada banyak sob, bukan hanya esmosi eh emosi yang suka marah-marah atau cemberut ajah, emosi itu juga ada yang positif, contohnya yang tadi, saat kita kebagian rezeki numpuk. Pastinya bahagiakan?
Bagaimana kita dapat memenej emosi yang sering melanda jiwa kita, agar kita tak mudah jatuh, depresi, stres dan lain sebagainya... Pertama kali ketika ada suatu rangsangan yang sangat memukul, menaikkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, menyesakkan dada, memadamkan air muka hal yang harus kita lakukan ternyata benar menurut islam, beristighfar... Kenapa?
Yah, karena marah itu pemacu utamanya adalah setan, jika kita kehilangan kontrol untuk menenangkan diri kita-bisa-bisa emosi itu akan berdampak buruk bagi kita dan sekitar kita. Dengan beristigfar secara perlahan dan sungguh-sungguh, kita mengalirkan energi positif dalam tubuh kita, karena serangkaian proses tubuh yang membuat tekanan darah meninggi, menyesakkan dada dan lain sebagainya adalah tak lepas dari kerja hormonal tubuh  kita.. Maka dengan istigfar yang terlafaz dengan do'a tersebut, kita meminta kepada-Nya untuk mengembalikan diri kita dalam suasana tenang.
Dan coba ubahlah posisi kita ketika sedang marah, misalnya kita dalam keadaan berdiri makan kita dianjurkan untuk duduk, tak lain tujuannya adalah agar energi untuk marah tersebut jadi berkurang, jika belum bisa kita dianjurkan untuk berbaring sehingga energi lebih terbagi merata diseluruh tubuh, apalagi kalo kita tertidur pulas, hehehe... Bangun2 klo masih marah itu ada yang gak bener...
Aku sendiri banyak mengalami masalah yang tak habis-habis rasanya, klo mau abis mati aja... Mati juga akan menimbulkan permalasah baru, alhamdulillah jika kita orang baik, kita tinggal menunggu kenikmatan hakiki, klo tidak.. Naudzubillah....
Masalah itu menurutku kayak impuls yang mengalir di sepanjang serabut syaraf, tak henti-hentinya... Yang membuat hidup kita bergelombang-gelombang...
Katanya ada 3 hal yang udah ditetapkan dalam hidup kita, yaitu rezeki, ajal, takdir baik dan buruk... Jodoh? Jodoh masuknya ke rezeki... Terus kalo udah ditetapkan, kenpa kita perlu usaha?
Yah.. Allah ternyata mencintai proses atau ikhtiar dalam bahasa gaulnya... Semua kita memang menunggu, tapi kita pun diwajibkan untuk berusaha. Seperti halnya kita menunggu angkot di halte, ada yang menunggu sambil ngobrol sepanjang waktu, ada yang diam aja, ada yang baca buku, ada yang mengaji atau dengerin musik... Bedakan hasil yang mereka peroleh selama menunggu angkot datang? Begitu juga lah dalam hidup ini, kita diharuskan berusaha keras untuk mencapai kedudukan yang tinggi di dunia wal akhirat. Misalnya lagi nih, kalo kita mahasiswa dan mau ujian besok, kita gak ada belajar, kita mengharapkan pertolongan Allah, yah.. Ada Allah ko, pasti bisa. Dari mana pertolongannya akan datang tanpa kita belajar? Nyontek? Itu mah dari setan. Udah jelas belum nih? Jadi kita memang dan sangat harus berusaha sungguh-sungguh. Mau jodoh yang cakep,pinter, sholeh, tajir? Kita juga harus gitu... Karena pasangan kita mencerminkan siapa diri kita. Paling tidak kalo kita udah kayak gitu, peluangnya semakin besar untuk mendapatkan target yang kayak gitu juga, coba kalo kita kucel, gak tau apa-apa, malas, tukang makan, tukang tidur, tukang menghayal.. Jauh deh dari kayak gitu.... Semoga kita gak yang kedua ini ya...
Sob, kamu pernah iri gak sama orang? Wajar kali ya.. Aku juga pernah... Terus kenapa kita harus iri pertanyaannya sekarang, apakah karena kita merasakan ketidak adilan dalam hidup kita? Padahal ya sob, orang yang kita iri-i itu mungkin dia udah kerja keras, sehingga dia pantas mendapatkan apa yang iri-i itu, kita?
Jadi, kita gak perlu cemas, iri, dengki dan lain-lain yah.. Yakinlah rezeki setiap orang itu berbeda-beda, kita juga akan ada kok, mungkin bentuk, waktu, cara dan tempatnya berbeda... Kita optimalkan aja ikhtiar kita... Yah,,, teruslah menjadi orang pembelajar dalam setiap hal, apalagi hal yang pernah membuat kita menyesal melakukannya... Dan jangan lupa juga untuk bersyukur, karena memang benar, syukur itu akan menambah rezeki lagi... Percaya gak? Buktikan aja, asal ikhlas.
Sob, Allah gak akan pernah rugi dan dan terkurangi kemuliaanNya jika kita berpaling dari-Nya atau Allah juga tidak akan mendapatkan untung jika kita patuh padaNya, sekali lagi kita yang butuh DIA,  DIA memang abstrak dari segi wujud, tapi dari banyak segi dia sangat nyata,,, cobalah tengok kenikmatan yang terus kau rasakan dari pertama membuka mata sampai memejamkan mata lagi, atau cobalah kau pelajari tubuhmu sendiri, kenapa begitu teraturnya semua sistem itu, atau coba kau tatap langit, kenapa begitu indah dan kenapa kadang menakutkan atau coba kau lihat bencana disekitarmu, banyak hal sob yang membuktikan bahwa DIA ada. Kenapa ya sob, terkadang amal perbuatan kita itu, kita tak melakukannya untuk DIA, sebagai bentuk syukur dan terlebih cinta kita... Kenapa kita justru sangat menyenangi pujian dari manusia? Kenapa? Padahal, dia gak bisa ngasih apa-apa. Dia juga lemah, sama halnya dengan kita. Kenapa kita> kenapa kita? Yah... Karena selalu ada setan yang berusaha mengajak kita menjadi sahabatnya...
Sob, mungkin kita pernah merasakan berada di titik terendah atau dalam keadaan tidak berdaya... Kita mencari bantuan kesana kemari, padahal ada Allah di dekat kita, apakah kita yakin pada-Nya? Luangkanlah waktu untuk berfikir, bosen juga hidup rasanya jika orientasinya kerja dan untuk dapetin uang banyak....
Hidup ini kayak alur yang sudah tetap ya..  Masuk sekolah sampe layak kerja.. Setelah itu kerja ngumpulin uang, kalo uangnya dah banyak saatnya nikah, setelah itu punya satu,dua,tiga,empat,lima anak.... Terus kita tua, anak-anak tumbuh besar, terus kita mendekati kematian... Alhamdulillah kalo kita bisa sampe tahap itu, kalo baru lahir aja udah mati, yah pasti terbaik juga... Hidup benar karunia dan anugrah sob, taatilah peraturan Allah dan jadilah orang berani, disiplin dan teguh serta baik....
Kemana Semuanya Yang Telah Hilang


Anda Telah Membaca artikel Yang Telah Hilang, Baca Juga Artikel Berikut

ajmain.Halta - Sabtu, Oktober 06, 2012

2 comments

TULISAN PESAN KOMENTAR ANDA DISINI

Statistic

Photobucket

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers My Zimbio

blogger visitor