;

Kamis, 06 Desember 2012

Bupati Inhil Diperiksa Polda Riau

Kamis, 06 Desember 2012

PEKANBARU, KOMPAS.com- Setelah dua kali mangkir dan mendapat ancaman pemanggilan paksa, Bupati Indragiri Hilir, Riau, Indra Mukhlis Adnan, akhirnya memenuhi penuhi panggilan penyidik Polda Riau pada, Kamis (22/11/2012).
Indra dipanggil terkait dugaan membawa lari lima sertifikat milik Sulastri oleh PT Bank Riau Kepri Cabang Tembilahan. Indra, yang baru dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau lewat Musdalub baru-baru ini, datang ke Mapolda Riau didampingi penasehat hukumnya, Syam Daeng Rani dengan menggunakan mobil mewah jenis Hammer berwarna putih.
Pemeriksaan salah seorang bakal calon Gubernur Riau ini berlangsung sekitar empat jam. Saat keluar dari ruang pemeriksaan, Indra mengaku hanya diperiksa sebagai saksi. Dia disuguhi sekitar 19 sampai 20 pertanyaan oleh penyidik.
Pemeriksaan bermula dari kelakuan aneh sang bupati pada hari Selasa 21 Februari 2012 lalu. Indra yang diduga berkomplot dengan pegawai Bank Riau Kepri cabang Tembilahan (ibukota Kabupaten Inhil) menguasai paksa lima sertifikat tanah atas nama Sulastri, salah seorang tokoh pemuda di Inhil yang akan diambil oleh Ayu Rafiani, adik kandung Sulastri.

Pada Selasa sore itu, Ayu yang mendapat mandat dari Sulastri berniat mengambil lima sertifikat kepada Bank Riau Kepri, karena hutangnya sebesar Rp 4,8 miliar sudah lunas. Namun, menjelang penyerahan, pegawai bank yang bernama Herianto justru memberikan sertifikat itu kepada Indra yang datang secara tiba-tiba di kantor bank dimaksud.
Ayu sempat mengejar Indra di halaman bank, namun Indra marah dan mengatakan bahwa sertifikat itu adalah miliknya. Perampasan sertifikat atas nama orang lain (Sulastri) yang diakui sebagai milik Indra tentunya menimbulkan tanda tanya. Mengapa seorang bupati mau merampas milik orang lain?
Indra dan Sulastri selama ini dikenal sebagai dua orang yang memiliki kedekatan khusus. Bahkan rumor yang berkembang, keduanya sudah menikah siri. Isu yang berhembus, Indra lah yang menyediakan uang untuk membeli tanah yang kemudian dijadikan RSU Indragiri Hilir itu.
Namun, pembelian dilakukan atas nama Sulastri yang terkenal di Tembilahan memiliki wajah cantik. Belakangan, hubungan keduanya renggang. Indra yang marah kepada Sulastri berupaya mengambil kembali harta miliknya yang dikuasai Sulastri.
Rumor tentang pernikahan siri dan asal usul uang pembelian tanah itu dibantah Indra, meski dia mengakui kedekatannya dengan Sulastri. Menurut Indra, langkahnya mengambil sertifikat itu hanya ingin mengamankan aset rumah sakit, agar tidak diperjualbelikan kepada pihak lain. Sertifikat itu, menurutnya adalah milik rumah sakit, atau bukan milik Sulastri.
"Pertanyaan yang dilontarkan kepada saya seputar kasus penggelapan sertifikat. Sertifikat itu sudah saya serahkan kepada rumah sakit awal bulan lalu," ucap Indra seusai pemeriksaan.
Kasubdit I Reskrimum Polda Riau Ajun Komisaris Besar Syamsul Anwar membenarkan pemeriksaan Indra Mukhlis sebagai saksi. "Tadi Bupati Inhil Indra Mukhlis memang kami periksa terkait dugaan penggelapan lima buah sertifikat. Indra kami periksa masih sebagai saksi," kata Syamsul.


Anda Telah Membaca artikel Bupati Inhil Diperiksa Polda Riau , Baca Juga Artikel Berikut

ajmain.Halta - Kamis, Desember 06, 2012

TULISAN PESAN KOMENTAR ANDA DISINI

Statistic

Photobucket

ping.sg - the community meta blog for singapore bloggers My Zimbio

blogger visitor